photo blogkugif.gif
Headlines News :
Home » » Diskusi, Perseteruan Kampung

Diskusi, Perseteruan Kampung

Written By Ahdi popos on Monday, 13 January 2014 | 23:34

Materi Diskusi Perseteruan Kampung

ini hanya sebatas cerita yang hampir lenyap di telan kotoran sisah banjir kemaren, pada dasarnya di kampungku ini punyak banyak agenda tapi sayang dari agenda yg begitu menumpuk lahir beberapa kadal-kadal liar yang memangsanya, pada akhirnya di kampungku banjir tetap banjir, lapar tetap lapar. miskin tetap miskin. kaya tetap kaya. tidak ada yang berubah masih sama. kematianpun jadi teradisi biasa.....? aku masih tetap setia dan bangga pada cita-cita dan konsep di kampungku, maka di lain waktu datanglah kucing yang bukan layaknya kucing kucing ini berbedah, setelah ada kucing itu di kampungku pun terjadi revolusi. banjirpun tak selamanya banjir. laparpun tak selamanya lapar. miskinpun tidak selamanya miskin. kayapun tak selamanya kaya. semua berubah.. akupun semakin cinta pada kampung dan tak mau dengan gaya KAMPUNG lain yang KAMPUNGAN

Diskusi Tentang Perseteruan Kampung
   
    Rozy Zahhar : Sebuah Cerita yang disampaikan dengan Retorika Yang bagus. Menarik untuk ditunngu penggalan Cerita Selanjutnya.
   
    Tim Redaksi :  tapi sayang akupun terjebak di antara perseteruan panjang yang tidak berujung hanya karena ingin mempertahaan ke egoisan, akhirnya cerita selanjutnyapun masih terjebak-jebak.

    Rozy Zahhar : Tariklah dirimu dari perseteruan itu, jadilah pihak ketiga yang dapat menyampaikan Ilustrasi perseteruan itu, Sehingga Cerita selanjutnya akan Ada. Sebuah Julukan bagus Buat Kampungmu yang tida henti berseteru "KAMPUNG PRIMITIF".. Ya itulah namanya....!!!

    Tim Redaksi : akupun tidak bisa menarik diriku dari perseteruan itu karena bila aku tinggalkan kampungku akan kacau dengan pemikiran-pemikiran radikal yang hanya ada permusuhan, maka akupun harus mengasah pedangku dengan logika-logika ringan. sebenarnya kampungku itu adalah kampung yang kreatif dan memberikan kebebasan berfikir seluas-luasnya pada rakyatnya sehingga perseteruanpun tak dapat di hindara, ego dan nafsu oleh sebagianpun di tanam hingga menjalar keangkuhan
  
    Rozy Zahhar : Buat apa kau keluar dari kampungmu, tetaplah kau disitu,Berikan sentuhan pemikiran Yang bersifat pembaharuan jangan kau biarkan keprimitifan pemikiran merajalela mengurung dalam kebodohan. Kebodohanku telah menghukumi Kampungmu yang sebenarnya akupun tak tahu. Tapi yang pasti, kebenaran selalu bersama kebohongan, Dua hal yang sering kali jatuh secara bersamaan..

    Tim Redaksi : itu dia harapanku, aku ingin kampungku ini menjadi lebih baik dan lebih baik, damai dan sejahtera, aku ingin merangkul mereka yang berfikir mundur ke arah belakang tidak mau maju, karena bagi mereka itu adalah suatu yang sakral yang harus di puja-puja meski angin topan kemoderenan telah datang, begitulah orang sebagian di kampungku, maka dari itu akupun di tuntut untuk maju dan rasional, aku tidak bisa berkata apa mengenai sebagian dari orang kampungku, dia berfikir tajam tapi melengkung ke belakang, alagkah mirisnya kampungku bila kebenaran dan kebodohan di derajatkan sama tinggi, tugasku adalah mengasah logika dan meneruskan cerita selanjutnya

    Rozy Zahhar : Cobalah Engkau berdiri, langkahkan kakimu, Lalu Lepaskanlah lilitan tali yang selama ini telah mengikat merika, Dan katakankan kepada mereka yang terlanjur menikmatinya.. "KAU INI BODOH"

    Tim Redaksi : aku dan sedulur-sedulurku sudah mencoba untuk menerangi mereka dengan merkurih penyadaran bahwa apa yang mereka fikirkan itu dapat menimbulkan gempa yang berskala tinggi di kampungku tapi dengan ego dan kepercayaan dirinya yang tolol itu dengan gagah mengatakan "kami ini kebenaran yang tidak bisa terbantahkan" bodoh murokkap

Biagrafi :
Rozy zahhar adalah mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah di salah satu perguruan tinggi di kota pahlawan Surabaya dia Lahir di Kota Sumenep Madura Aktif di berbagai Organisasi Sala satunya adalah Organisasi Kebangkitan Berfikir Rasional dan dia aktif di berbagai kajian, diskusi dll
Share this post :

+ comments + 1 comments

13 January 2014 at 23:58

Cuman agak sedkit kurang nyambung, dilain waktu kita buat diolog yang lebih komunikatif dan terbuka pada pemikirang yang lain..

Post a Comment

 
| Home | Tentang Kami | Pasang Iklan
Copyright © 2011-2014. Ahdi Popos - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger